Mengapa Penis Tidak Bertulang ? Ternyata Alasannya Mengejutkan ...


Pernahkah Anda berpikir, mengapa penis tak bertulang? Hal ini pun memicu para ilmuwan untuk mencari tahu kebenarannya.

Seperti dimuat Daily Mail, Jumat (16/12/2016) tulang penis atau disebut baculum sebenarnya telah digambarkan sebagai "tulang yang paling banyak berevolusi" antara 145 atau 95 juta tahun lalu.

Sejak itu, para ilmuwan berpikir kalau pria tidak lagi memiliki tulang penis karena manusia cenderung memiliki hubungan monogami dan tidak perlu bersaing untuk mendapatkan pasangan.

Peneliti dari University College London juga pernah mencari tahu mengapa manusia tidak memiliki tulang penis. Mereka berspekulasi kalau ini berkaitan dengan durasi panjang penetrasi manusia saat berhubungan seks--lebih dari tiga menit. Hal ini pula yang mempengaruhi evolusi primata.

Matilda Brindle, yang memimpin penelitian, mengatakan temuan ini mendukung anggapan bahwa sebenarnya keberadaan tulang penis itu hilang dalam garis keturunan manusia karena tidak memiliki fungsi khusus.

"Temuan kami menujukkan bahwa baculum memiliki peran penting dalam sistem reproduksi laki-laki. Namun dalam catatan kami, ketiadaan tulang penis bisa memperpanjang intromission (istilah biologi untuk penetrasi dengan penis) sehingga memudahkan laki-laki untuk memberikan 'materi genetik'," ujarnya.

Tulang penis pada mamalia, dalam catatan peneliti, sebenarnya sangat bervariasi. Misalnya saja tulang penis marmoset (monyet terkecil sedunia), ia memiliki tulang penis mencapai 60 cm.

Sedangkan simpanse dan bonobo--kerabat terdekat manusia memiliki tulang penis sangat kecil (antara sekitar 6-8mm) dan durasi intromission singkat (sekitar tujuh detik untuk simpanse dan 15 detik untuk bonobo). Tapi mereka memiliki sistem perkawinan poligami, sehingga antar lelaki sangat bersaing.

Related : Mengapa Penis Tidak Bertulang ? Ternyata Alasannya Mengejutkan ...