Kisah Inspiratif : Jalan Hidupku Tak Semulus Paha Cherrybell.

 
Di Siang hari Grace memeriksa kesehatannya ke Dokter...
 
“Benarkah…. Benarkah apa yang dokter katakan barusan?” Kata Grace yang terkejut mendengarnya.
“Benar sekali. Dan usia kandunganmu telah mencapai 8 minggu.” Kata dokter, menjawab dengan tenang.
“Tidak…. Ini tidak mungkin…. Bagaimana…. Bagaimana aku harus mengatakannya kepada ibuku tentang hal ini?” Sambil menangis, dia berbicara dan berpikir apa yang harus dia lakukan.
“Bagaimana, jika kamu menggugurkan kandunganmu?” Tanya sang dokter kepada Grace.
“Maksud dokter…. Aborsi?!” Grace terkejut mendengar hal itu.
“Ya. Jika dilihat dari usiamu yang masih begitu muda, sangat sulit bagimu untuk melahirkan seorang bayi. Dan, janin di dalam kandunganmu sangatlah lemah.” Kata dokter menjelaskan.
 Grace hanya bisa menangis dan menangis. Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.

Grace adalah seorang siswi kelas 2 SMA. Pada saat dia berusia 4 tahun, kedua orangtuanya bercerai. Sehingga dia diputuskan untuk tinggal bersama dengan ibunya. Berbeda dengan kehidupan anak-anak yang hidup di dalam keluarga ‘broken home’ lainnya. Selama 12 tahun dia hidup bersama ibunya, dia tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik, baik, pandai, dan disukai semua orang.
 
Setelah bercerai, ibunya bekerja sebagai penjual kue keliling. Sulit memang untuk menghidupi dirinya dan Grace, anaknya dengan hanya menjual kue yang dititipkan di tiap warung dan rumah makan kecil yang telah menjadi langganannya. Keluarga yang sudah tidak lengkap dan hidup yang pas-pasan, tidak membuat Grace menjadi anak yang pemalas. Dia bisa membuktikan kalau dirinya juga bisa menjadi yang terbaik dalam hal prestasi di sekolah. Dan itu tidak membuatnya menjadi anak yang sombong.
 
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, dia juga harus bekerja. Tidak cukup jika dia hanya mengandalkan penghasilan ibunya saja. Karena itu, dia bekerja sebagai seorang pelayan di sebuah café. Dengan kesibukannya sehari-hari, dia harus mengorbankan waktu bermainnya bersama teman-teman. Menjadi seorang anak yang pandai dan berprestasi di sekolah, membuatnya memiliki banyak saingan. Ditambah lagi dengan parasnya yang elok. Banyak gadis-gadis yang tidak senang padanya memfitnah kalau dia bekerja sebagai wanita penghibur yang biasa ada di bar-bar.
 
Ketika dia sedang bekerja, dia bertemu dengan seorang pelanggan yang ramah dan baik hati. Setiap malam, orang itu selalu datang di café hanya untuk bertemu dengan Grace. Nama orang itu adalah Bruno. Seorang eksekutif muda yang berusia 24 tahun. Bruno seringkali mengajak Grace untuk berjalan-jalan dan bertemu diluar jam kerjanya.
 
Setelah sekian lama mereka bertemu dan berjalan bersama, Bruno mengajak Grace ke apartemen tempat tinggalnya. Saat tiba di apartemen, Bruno mengajak Grace ke kamarnya. Dan disana, dan saat itulah, kesucian Grace dirampas. Grace tidak ingin, bahkan tidak pernah berpikir kalau Bruno tega melakukan hal ini padanya. Sejak saat itu, mereka tidak pernah bertemu lagi. Lebih tepatnya, Grace menolak untuk bertemu dengan Bruno lagi. Dia takut. Sangat takut. Dia tidak berani menceritakan hal ini kepada ibunya. Dia menutup rapat-rapat hatinya. Dia tidak lagi menjadi seorang gadis yang ceria. Dia menjadi sangat tertutup.
 
Delapan minggu setelah kejadian itu, Grace mulai merasakan dirinya menjadi sangat lemah. Rasa mual, tidak enak badan selalu dia alami.  Akhirnya, dia memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter. Dan, apa hasil dari pemeriksaan itu? Apakah dia sakit parah? Ataukah hanya karena dia terlalu giat bekerja sehingga tubuhnya menjadi kelelahan? Jawabannya adalah tidak.
 
Semua itu dikarenakan dirinya yang tengah mengandung. Ya, dia mengandung anak dari lelaki yang telah menghancurkan masa depannya. Dia sangat terkejut. Entah apa yang harus dia lakukan. Dokter menyarankan agar Grace menggugurkan kandungannya. Selain karena usianya yang masih muda, janin di dalam kandungannya juga sangat lemah. Sekarang, dia semakin merasa berdosa. Apakah dia harus menggugurkan kandungannya? Apakah ibunya harus tahu masalah ini? Berbagai pertanyaan berkecamuk di dalam kepalanya.
 
Akhirnya, keputusan pertama Grace adalah menceritakan segalanya kepada ibunya. Ketika Grace menceritakan semua hal yang telah dia alami, ibunya menangis. Menangis karena anaknya telah disakiti oleh lelaki yang tidak bertanggung jawab. Menangis karena anaknya harus menghadapi semua masalah ini sendirian. Dan menangis karena ibunya merasa, dialah yang paling bersalah. Mengapa selama ini dia tidak memberikan perhatian yang layak untuk putrinya? Dia hanya berusaha mencari, dan mencari nafkah. Kini, dia hanya bisa menguatkan putrinya. Dan memberikan semua keputusan kepada Grace. Gracelah yang harus menentukan jalan hidupnya. Apa yang harus dilakukannya ke depan.
 
Kemudian Grace pergi ke apartemen Bruno. Orang yang dianggapnya paling bertanggung jawab dengan bayi yang ada di dalam kandungannya ini. Setelah tiba di apartemen Bruno dan Grace menceritakan segalanya. Grace ingin Bruno bersikap dewasa untuk masalah ini. Grace ingin Bruno bertanggung jawab untuk anak yang ada di dalam kandungannya. Agar anak ini tidak menjadi anak yang hanya memiliki satu orangtua, seperti dirinya.
 
Tapi ternyata Bruno tidak mau bertanggung jawab. Alasannya, karena dia telah memiliki istri dan seorang putra yang belum genap berusia 1 tahun. Terkejut dengan pengakuan Bruno. Grace merasa selama ini dirinya telah ditipu. Ditambah dengan pernyataan Bruno yang berkata kalau selama ini, dia hanya memanfaatkan Grace untuk menemani dirinya selama dia ditugaskan di kota tempat dia bekerja saat ini. Mendengar hal itu, Grace memutuskan untuk tidak akan bertemu dengan Bruno lagi. Selamanya!
 
Akhirnya, tibalah saatnya Grace untuk memberikan keputusannya kepada dokter. Apakah dia akan menggugurkan kandungannya. Atau dia harus rela mengorbankan nyawanya hanya untuk melahirkan anak yang tidak pernah dia harapkan sebelum itu.
 
Dan Grace memutuskan untuk tidak menggugurkan kandungannya. Dia berpikir, bagaimana bisa dirinya membunuh darah dagingnya sendiri? Bagaimana bisa dia membunuh seorang bayi mungil yang sama sekali tidak bersalah dan tidak tahu apa-apa itu? Karena itu, Grace, dengan ketulusan hati bersedia untuk melahirkan anak itu.
 
Dokter tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Karena itu adalah keputusan Grace. Akhirnya dokter menyuruh Grace untuk menandatangani surat perjanjian. Dokter tidak mau bertanggung jawab dengan masalah yang akan terjadi selanjutnya. Karena dokter sudah memperingatkan Grace sebelumnya.
 
Sekarang, sudah 8 bulan usia kehamilan Grace. Siapa sangka dirinya akan mengalami kecelakaan yang membuat dirinya dan bayinya harus menghadapi saat-saat terberat. Hal itu dikarenakan Grace yang terjatuh saat berada di dalam toilet. Untunglah, ibunya segera menemukannya dan langsung membawanya ke rumah sakit. Di rumah sakit, dia terpaksa harus dioperasi. Karena pendarahan sudah terjadi dan dikhawatirkan ibu dan bayi akan meninggal. Akhirnya, lahirlah seorang putri yang selalu dinanti oleh Grace selama 8 bulan yang telah dia lewati dengan penuh perjuangan. Walaupun kondisi bayi itu pada saat dilahirkan dalam keadaan yang sangat lemah.
 
5 tahun telah berlalu sejak kelahiran Serene, putri satu-satunya Grace. Serene tumbuh menjadi anak yang manis dan pandai. Hanya saja, dia menjadi anak yang pendiam. Mungkin karena tubuhnya yang lemah. Tapi Grace dan ibunya tidak pernah menyerah dan tidak pernah lelah untuk merawat dan mengasuh Serene menjadi anak yang baik.
 
Suatu hari, ketika Grace sedang berjalan di taman bersama dengan Serene, Serene menanyakan sesuatu yang tidak pernah ditanyakannya pada ibunya.
“Mama, Serene ingin menanyakan sesuatu. Tapi mama jangan marah sama Serene ya.” Pinta Serene dengan wajah memohon yang membuat orang tidak bisa menolaknya.
“Iya. Serene tanya saja. Mama tidak akan marah kok.” Jawab Grace dengan lembut.
“Ma, papanya Serene itu siapa? Teman-teman Serene punya papa. Kok Serene tidak punya papa?” Tanya Serene dengan polosnya.

Grace terdiam sebentar. Hampir saja airmatanya mengalir, jika dia tidak kuat menahannya. Tapi dia tidak ingin Serene khawatir. Jadi, dia menjawab pertanyaan Serene.
“Serene tersayang, Serene anggap saja mama ini papa sekaligus mama Serene. Dan, kalau teman Serene mengejek Serene, tidak perlu takut. Jadilah anak yang kuat. Karena mama selalu ada untuk Serene.” Jawab Grace dengan penuh kelembutan. Dan kemudian berjalan pulang sambil bergandengan tangan.

Ibu…. Apa arti seorang ibu bagimu? Apakah hanya sekedar seseorang yang selalu merawatmu sejak kamu ada di dalam kandungan? Atau hanya seseorang yang bisa kamu jadikan pesuruh? Untuk membuatkan sarapan untukmu? Untuk menjahitkan pakaianmu yang telah rusak? Jawabannya adalah tidak!
Seorang ibu lebih dari sekedar orang yang selalu merawatmu sejak kamu masih didalam kandungannya. Lebih dari seorang pesuruh. Ibu adalah segalanya. Apakah kamu mau menunggu datangnya ‘Hari Ibu’ yang hanya ada sehari dalam setahun untuk menyatakan betapa kamu mencintai ibumu? Betapa peranan ibu begitu besar untuk hidupmu? Jawabannya tidak!
 
Katakanlah kepada ibumu betapa kamu menyayanginya. Bukan hanya dalam kata-kata. Tetapi juga tunjukkan di dalam perbuatanmu. Jadilah anak yang baik. Anak yang dengar-dengaran terhadap nasihat-nasihat ibumu. Jangan mendukakan hatinya. Jangan lagi membuatnya merasakan penderitaan setiap hari hanya karena keegoisanmu saja.
 
Sayangilah ibumu, dan hargailah setiap apa yang telah dia lakukan untukmu. Ingat! Kamu bukanlah siapa-siapa tanpa kehadiran seorang ibu di dalam hidupmu.


END.

Related : Kisah Inspiratif : Jalan Hidupku Tak Semulus Paha Cherrybell.